Rabu, 12 Januari 2011

PENGAMATAN TERHADAP KACANG PANJANG


BAB I
PENDAHULUAN



1.1 LATAR BELAKANG

            Kacang panjang merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur.Tanaman kacang panjan memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap (protein,lemak,karbohidrat,kalsium,fosfor,besi,vitamin B dan C). Kandungan protein nabati pada sayur kacang panjang berkisar 17-21%. Ada 2 varietas kacang panjang yang sudah banyak dibudidayakan dengan produksi cukup tinggi, yaitu Putih Super dan Super Sainan dengan potensi hasil 7 sampai 9 ton/hektar (pada musim kemarau) dan 6 sampai 7 ton/hektar (pada musim hujan).      
            Di daerah Gresik, umumnya banyak dijumpai tanaman kacang panjang di daerah pedesaan yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Salah satunya misalnya di daerah padeg. Di daerah Padeg pada musim penghujan, warga yang bermata pencaharian sebagai petani berlomba-lomba menanam kacang panjang untuk mendapatkan hasil dan keuntungan yang berlimpah. Menurut salah satu warga mengatakan bahwa harga penjualan tanaman kacang panjang tidaklah menentu, ada kalanya naik dan ada kalanya juga turun. Sebagaian masyarakat beranggapan bahwa menanam kacang panjang itu mudah tapi juga adakalanya sangat susah cara pemeliharaannya ketika hama dan penyakit mulai menyerang tanaman tersebut.
            Untuk menghubungkan pengaruh frekuesi air terhadap jumlah daun yang tumbuh, kami membuat rumusan masalah  yang menjadi acuan dalam penelitian yang kami buat. Dalam makalah ini kami membahas tentang bagaimana pengaruh frekuensi air terhadap jumlah daun yang tumbuh, sehingga para pembaca dapat mengetahui dan menerapkannya agar memperoleh hasil penanaman kacang panjang yang baik.

1.2 RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pengaruh frekuensi air terhadap jumlah daun yang tumbuh?


1.3 TUJUAN PENELITIAN
1.      Untuk mengetahui pengaruh frekuensi air terhadap jumlah daun yang         tumbuh.
2.      Untuk mengetahui frekuensi air yang paling baik untuk tanaman   kacang panjang

1.4 MANFAAT
1.      sebagai  pemotivasi, khususnya bagi penulis untuk bisa menerapkan hasil penelitian ini dalam lingkungan sekitar.
2.      Memberikan informasi dan inspirasi bagi pembaca untuk lebih tertarik pada bidang pertanian, salah satunya dalam hal ini adalah tanaman kacang panjang.
3.      Memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa frekuensi air itu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.





BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 PENGERTIAN TANAMAN KACANG PANJANG

            Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut.

            Tanaman kacang panjang merupakan tanaman semak, menjalar, semusim dengan tinggi kurang lebih 2,5 m. Batang tanaman ini tegak, silindris, lunak, berwarna hijau dengan permukaan licin. Daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau.

            Bunga tanaman ini terdapat pada ketiak daun, majemuk, tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan, mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai, panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu. Buah tanaman ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan panjang 15-25 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda. Akarnya tunggang berwarna coklat muda (Hutapea et al., 1994).

Klasifikasi Kacang Panjang

Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Upafamili:
Genus:
Spesies:
V. unguiculata
Upaspesies:
V. u. sesquipedalis

Nama trinomial : Vigna unguiculata sesquipedalis   

 

2.2 MANFAAT TANAMAN KACANG PANJANG


Berbeda dengan kacang-kacangan umumnya, kacang panjang (Vigna sinensis) lebih sering dipanen polongnya secara keseluruhan sebagai sayur. Jarang sekali biji kacang panjang tua dimanfaatkan untuk masakan tertentu. Khasiat kacang panjang sangat banyak antara lain: antikanker, kanker payudara, leukemia, antibakteri, antivirus, antioksidan, gangguan saluran kencing, peluruh kencing, batu ginjal, mencegah kelainan antibodi, meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan fungsi sel darah merah, beri-beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang, rematik, pembengkakan, meningkatkan
nafsu makan, dan sukar buang air besar.

2.3 SYARAT PERTUMBUHAN
            Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-30 derajat Celcius, iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.

2.4 TEKNIK PENANAMAN

- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40
 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.
- Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai
- Benih direndam POC NASA dosis 2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu tiriskan
- Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan abu dapur.
            Pemeliharaan Kacang panjang tipe merambat perlu diberi rambatan. Bila iidak maka pertumbuhan tanaman akan menumpuk tak menentu. Posisi polongnya pun akan berserakan di tanah. Ajir dibuat dari bambu yang panjangnya 2 m. Ajir dipasang saat dnggi tanaman mencapai 25 cm. Agar pertumbuhan tanaman teratur maka antartonggak dipasang tali. Tali ini penting untuk sulur cabang-cabang yang tumbuh kemudian. Pemangkasan diperlukan bila tanaman terlalu subur daunnya. Daun dikurangi agar pertumbuhan generatifiya baik. 6. Pemupukan Tanaman kacang panjang membutuhkan pupuk kandang sebanyak 10-15 ton/ha. Pupuk ini diberikan bersamaan dengan tahap pengolahan tanah. Pupuk dicampur dengan tanah dan disebarkan secara .merata pada tanah lapisan atas. Sedangkan pupuk anorganik yang dibutuhkan adalah Urea sebanyak 50 kg/ha, TSP sebanyak 100 kg/ha, dan KCl sebanyak 100 kg/ha.
             Urea diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama pada waktu tanam dan kedua pada waktu tanaman berumur 3 minggu. Setiap pemberian dosisnya 1/2 dari jumlah dosis total. Sedang jenis pupuk yang lain dapat diberikan sekaligus. Soal pupuk urea ada juga yang berpendapat bahwa pemberiannya cukup 1/2 dosis saja. Hal ini karena kacang panjang adalah tanaman yang dapat mengikat unsur nitrogen bebas dari udara melalui bintil akamya yang mengandung Rhizobium. Oleh karena itu, bila tanah gembur dan bindl akar yang tumbuh banyak maka Ureanya cukup 1/ 2 dosis saja.


2.5 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN

v  Faktor Internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

1. Genetik (hereditas)
Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam sel makhluk hidup.
Gen bekerja untuk mengkodekan aktivitas dan sifat yang khusus dalam pertumbuhan dan perkembangan

2. Enzim
Enzim merupakan suatu makromolekul (protein) yang mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup(Biokatalisator).
Suatu rangkaian reaksi dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung hanya melibatkan satu jenis enzim.Perbedaan jenis gen menyebabkan terjadinya perbedaan respons pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama

3. Hormon (fitohormon)
Hormon merupakan zat pengatur tumbuh, yaitu molekul organik yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransportasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya.Hormon dalam konsentrasi rendah menimbulkan respons fisiologis. Terdapat 2 kelompok hormon yaitu
a. Hormon pemicu pertumbuhan (auksin, Giberelin dan sitokinin)
b. Hormon penghambat pertumbuhan (asam absisat, gas etilen, hormon kalin dan asam traumalin
1. Hormon Auksin
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : Fritz Went (peneliti asal belanda)
Objek penelitian : Rumput (Avena sativa)
Hasil penelitian : mengekstraks zat pengatur fototropisme pada tumbuhan rumput
Kesimpulan : auksin banyak diproduksi di jaringan meristem. Kadar auksin dipengaruhi oleh cahaya matahari, dan auksin mempengaruhi percepatan pembelahan sel pada daerah meristem apikal

Struktur auksin
Struktur yang paling dikenal adalah IAA (Indol Acetik acid), yang mirip dengan asam amino triptophan. Aktivitasnya dihambat oleh cahaya matahari
Auksin disintesis di meristem apikal, daun-daun muda dan biji

Fungsi hormon Auksin
Merangsang pemanjangn sel pada daerah titik tumbuh
Merangsang pembentukkan akar
Merangsang pembentukkan buah tanpa biji (partenokarpi)
Merangsang differensiasi jaringan pembuluh
Merangsang absisi ( pengguguran pada daun)
Berperan dalam dominansi apikal

2. Hormon Giberelin
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : Ewiti. Kurosawa
Objek penelitian : Tanaman padi (Oryza sativa) yang terkena penyakit foolish seedling (tanaman pucat dan luar biasa panjang) dan jamur Gibberella fujikuroi
Hasil penelitian : mengisolasi giberelin dari jamur Gibberella fujikuroi, yang diberi nama giberelin (GA/Giberelic acid)
Kesimpulan : pemanfaatan giberelin secara umum menyebabkan pertumbuhan raksasa

Fungsi Giberelin
Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel
Merangsang perkecambahan biji
Memecah dormansi biji
Merangsang pembungaan dan pembuahan

3. Hormon Sitokinin
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : Van Overbeek
Objek penelitian : pertumbuhan embrio dan air kelapa muda
Hasil penelitian : mengisolasi zat yang menyebabkan pembelahan sel (sitokinesis) yang disebut kinetin
Jenis : Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin
Kesimpulan : pemanfaatan sitokinin secara umum menyebabkan pertumbuhan tunas-tunas samping (lateral) sehingga tanaman menjadi rimbun

Fungsi Sitokinin
Bersama auksin, dan giberelin merangsang pembelahan dan pemanjangan sel
Menghambat dominansi apikal oleh auksin
Merangsang pertumbuhan kuncup lateral
Merangsang pemanjangan titik tumbuh
Mematahkan dormansi biji serta merangsang pertumbuhan embrio
Merangsang pembentukan akar cabang
Menghambat pertumbuhan akar adventive
Menghambat proses penuaan (senescence) daun, bunga dan buah dengan cara mengontrol proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun

4.Hormon Asam Absisat (ABA)
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : P.F. Wareing dan F.T. Addicott
Objek penelitian : buah kapas
Hasil penelitian : Mendorong terjadinya perontokkan (absisi) pada tumbuhan
Jenis : Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin
Kesimpulan : hormon yang menyebabkan kerontokan ada saun dan buah

Fungsi Hormon Asam Absisat (ABA)
Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh
Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air
Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan
Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel bahkan menghentikannya
Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen
Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah


5. Hormon gas etilen
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : R. gene (1934)
Objek penelitian : buah yang masak
Hasil penelitian : Gas etilen mempercepat pemasakan buah
Jenis : hormon tumbuhan yang berbentuk gas
Kesimpulan : Pembentukkan gas etilen dipengaruhi oleh O2 dan dihambat oleh CO2

Fungsi hormon gas etilen
Mempercepat pematangan buah
Menghambat pemanjangan akar, batang dan pembungaan
Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dann tebal
Merangsang proses absisi
Interaksi antara etilen dengan auksin memacu proses pembungaan
Interaksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus

6. Hormon Luka/Kambium luka/Asam traumalin
Hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka
Vitamin B12 9riboflavin), piridoksin (vit. B6) asam ascorbat (vit. C), thiamin (vitamin B1), asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan
Vitamin berperan sebagai kofaktor

7. Hormon Kalin
Dihasilkan pada jaringan meristem.
Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan
Jenisnya adalah:
a. Fitokalin : memacu pertumbuhan daun
b. Kaulokalin: memacu pertumbuhan batang
c. Rhizokalin: memacu pertumbuhan akar
d. Anthokalin: memacu pertumbuhan bunga dan buah
Florigen hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga
v  Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

1. Unsur hara
Kebutuhan unsur hara untuk proses pertumbuhan dan perkembangan:
Unsur makro
Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak: C, H, O, N, S, P K, S, Ca, dan Mg
Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit: Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl dan Ni
Unsur karbon diambil tumbuhan dalam bentuk CO2
Unsur hidrogen diambil tumbuhan dalam bentuk H2O
Oksigen diambil tumbuhan dalam bentuk CO2. H2O dan O2
Unsur C, H, dan O merupakan unsur utama penyusun Karbohidrat, lemak dan protein
Gejala Kekurangan unsur hara disebut defisiensi

2.Suhu
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh suhu
Suhu yang baik untuk pertumbuhan adalah sushu optimum
Pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat bila berada pada suhu minimum dan maksimum
Vernalisasi adalah peningkatan perkecambahan atau pembungaan oleh suhu rendah
Istilah vernalisasi diperkenalkan oleh Trofim Denisovich Lysako tahun 1920

3.Kelembaban
Kelembaban tanah dan kelembaban udara mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
Tanah yang lembab dan udara yang kering mempercepat pertumbuhan dan perkembangan

4.Cahaya
Cahaya (merah, biru, nila dan violet) berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis.
Pertumbuhan kecambah ditempat yang teduh akan berlangsung etiolasi
àcepat, tetapi abnormal
Daun tanaman yang terkena cahaya lebih kecil dan mesofilnya lebih tebal dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya.
Stomata tanaman yang terkena cahaya ukurannya kecil dengan jumlah yang banyak dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya
Akar tanaman yang terkena cahaya lebih lebat dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya

Efek fotoperiodisme, merupakan respon tumbuhan terhadap panjang pendek sinar matahari.
Fotoperiodisme pada tumbuhan dikendalikan oleh fitokrom (sterling B. Hendrik)
Berdasarkan respos tumbuhan terhadap panjang pendeknya waktu penyinaran, tumbuhan dibedakan atas:

Tumbuhan hari pendek ) short day plant)
Tumbuhan yang berbunga ketika siang hari kurang dari 12 jam

Tumbuhan hari panjang (long day plant)
Tumbuhan yang berbunga ketika siang hari lebih panjang dari 12 jam

Tumbuhan hari netral (neutral day plant)
Tumbuhan yang berbunga tidak dipengaruhi oleh panjang pendeknya penyinaran matahari

5. Air
Air merupakan senyawa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
Air sebagai pelarut unsur hara dalam tanah, dan memelihara temperatur tanah.
Pertumbuhan berlangsung efektif pada malam hari, karena kandungan air dalam tumbuhan lebih tinggi dari pada siang hari

6. pH
pH sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Pada kondisi pH normal, kandungan unsur-unsur yang diperlukan seperti Ca, Mg, P dan K cukup tersedia.
pH asam memiliki kandungan unsur Al, Mo, Zn yang dapat meracuni tumbuhan.

2.6 PENGARUH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG PANJANG

        Air memegang peranan terpenting dalam proses perkecambahan biji. Air adalah factor yang menentukan didalam kehidupan tumbuhan. Tanpa adanya air, tumbuhan tidak bisa melakukan berbagai macam proses kehidupan apapun. Kira-kira 70% atau lebih daripada berat protoplasma sel hidup terdiri dari air. Fungsi air dalam perkecambahan :
1. Air yang diserap oleh biji berguna untuk melunakkan kulit biji dan menyebabkan pengembangan embrio dan endosperm. Hal ini mengakibatkan pecah atau robeknya kulit biji
2. Air memberikan fasilitas untuk masuknya oksigen kedalam biji. Dinding sel yang kering hamper tidak permeable untuk gas, tetapi apabila dinding sel diimbibisi oleh air, maka gas akan masuk kedalam sel secara difusi. Apabila dinding sel kulit biji dan embrio menyerap air maka supply oksigen meningkat kepada sel-sel hidup sehingga memungkinkan lebih aktifnya pernafasan. Sebaliknya juiga CO2 yang dihasilkan oleh pernapasan tersebut lebih mudah mendifusi keluar.
3. Air berguna untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan bermacam-macam fungsinya. Sebagian air didalam protoplasma sel-sel embrio dan bagian hidup lainnya pada biji, hilang sewaktu biji tersebut telah mencapai masak sempurna dan lepas dari induknya (seed are shed) Semenjak saat ini aktifitas protoplasma hamper seluruhnya berhenti sampai perkecambahan dimulai. Sel-sel hidup tidak bias aktif melaksanakan proses-proses yang normal separti pencernaan(digestion) , pernapasan (respiration), asimilasi (assimilation), dan tumbuh (growth), apabila protoplasma tidak mengandung sejumlah air yang cukup.
4. Air berguna sebagai alat transport larutan makanan dan endosperm atau cotyledon kepada titik tumbuh pada embryonic axis, didaerah mana diperlukan untuk membentuk protoplasma baru.

   Suplay air sebagai faktor pembatas

       
Air memiliki fungsi yang vital bagi mahluk hidup, tidak terkecuali tanaman. Hal ini erat kaitannya sebagai bahan dasar yang akan digunakan pada proses fotosintesis yang merupakan proses fisiologi tanaman untuk pembentukan karbohidrat (gula). Kebutuhan suplai air bagi setiap jenis tanaman tentu saja berlainan. Selain memiliki fungsi sebagai bahan dasar fotosintesis, air juga memiliki beberapa fungsi untuk tanaman antara lain : (1) sebagai pelarut, (2) media tranportasi unsur hara dari akar ke daun, (3) hasil fabrikasi daun keseluruh bagian tanaman, (4) pengatur tekanan turgor, (5) proses pembelahan dan pembesaran sel dan (6) untuk perkecambahan.
        Hubungan antar fungsi air dan resistensi tanaman terhadap kekeringan yaitu air dapat menurunkan atau mentralkan temperatur (suhu ) tanaman, hal ini karena air memiliki massa jenis. Tanaman yang memiliki jaringan koloid hydrophilic akan lebih mampu menurunkan dan menetralkan suhu tanaman dibandingkan tanaman yang tidak punya jaringan tersebut. Hal ini karena jaringan koloid hyrdophilic memiliki massa jenis yang besar.
       Ketersediaan air dalam tubuh tanaman diperoleh melalui proses fisiologis absorbsi. Sedangkan hilangnya air dari permukaan bagian-bagian tanaman melalui proses fisiologi, evaporasi dan transpirasi. Tanaman dengan kondisi daun penuh akan mengabsorbsi air dalam jumlah besar, demikian pula akan mengalami kehilangan air (transpirasi) yang banyak.
       Bila suplay air berlangsung pada tingkat yang normal maka akan menjamin kestabilan tekanan turgor dalam guard cell yang mana berkaitan dengan proses membukanya stomata. Dengan demikian, difusi CO2 berlangsung dengan baik, sehingga proses pembentukkan karbohidrat akan berjalan normal untuk menjamin kestabilan tumbuh dari tanaman. Sebaliknya, bila tanaman mengalami kekurangan suplai air sedangkan proses transpirasi berlangsung cepat maka yang terjadi adalah kekurangan jumlah air dalam tanaman.Mengingat pentingnya suplai air bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang berkaitan dengan proses absorbsi dan transpirasi, maka kita perlu mengetahui faktor apa saja yang menentukan tingkat aktivitas kedua proses tersebut. Keadaan suplai air ditentukan dua proses yaitu absorbsi dan transpirasi. Absorbsi ini sendiri dipengaruhi oleh faktor tanah yang terdiri dari jumlah air tanah yang tersedia, jarak rembesan, kecepatan gerak air serta suplai oksigen (O2) dalam tanah dan faktor tanaman yang terdiri dari kekuatan absorbsi akar rambut dan kedalaman/kerapatan akar rambut tanaman. Sedangkan tranpirasi oleh faktor lingkungan yang terdiri dari cahaya,
      Kapasitas menahan air dari setiap tanah tidak sama, hal ini tergantung dari tekstur dan kandungan bahan organik tanah. Tanah yang memiliki tekstur baik serta mengandung bahan organik yang cukup akan lebih mampu menahan air dibandingkan dengan tanah-tanah yang mengandung sedikit bahan organik. Biasanya tanah-tanah dengan kandungan bahan organik tinggi akan memiliki kapasitas menahan air empat kali dibandingkan tanah yang bertekstur liat . Tidak semua jumlah air yang berada dalam tanah dapat dikatakan tersedia (available) untuk segera digunakan oleh tanaman. Keadaan air tersedia yang terdapat dalam tanah yang rendah akan mengakibatkan tanaman menjadi layu meskipun diadakan penambahan air ke dalam tanah, karena air tersebut diikat oleh koloid tanah.

.Kecepatan gerak air

      Kecepatan pergerakan air dari tanah yang mengandung lebih banyak koloid biasanya akan lebih lambat. Tanah tekstur pasir, kecepatan pergerakan air akan lebih cepat, oleh karena nya secara kontinyu harus ada supplay air hujan atau irigasi untuk dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada tingkat normal. Konsenstrasi larutan tanah berpengaruh terhadap kecepatan pergerakan air dalam tanah. Tanah yang memiliki lebih rendah konsentrasi dalam kondisi terlarut akan memiliki tingkat kecepatan pergerakan air yang lebih tinggi dari tanah permukaan ke daerah akar rambut.
.Kekuatan absorsi akar rambut tanaman

Peristiwa absorbsi air dan unsur hara ke dalam akar rambut, terjadi melalui peristiwa osmosis melalui selaput semi -permeable. Dengan kata lain hanya air dan mineral dalam bentuk ion yang dapat melakukan osmosis, sedangkan air dengan kandungan organik tidak. Peristiwa osmosis ini terjadi pada akar rambut dimana di dalam akar rambut banyak terdapat karbohidrat (gula). Apabila kandungan gula tinggi maka akan mengakibatkan lebih sedikit kandungan air dalam sel akar rambut. Dengan demikian tanaman yang memiliki kemampuan aktivitas fotosintesis lebih tinggi akan memungkinkan lebih lancarnya proses absorbsi air dan unsur hara ke dalam akar rambut.

Proses Transpirasi
1.Cahaya
            Cahaya mempunyai hubungan langsung dengan proses fotosintesis dalam menghasilkan karbohidrat, untuk digunakan dalam proses respirasi sampai dihasilkan energi dalam bentuk ATP.
C6H12O2 + O2 CO2 + H2O + ATP
2.Suhu
            Keadaan pergerakan molekul ditentukan oleh temperatur atau suhu. Makin tinggi suhu, maka akan mepercepat proses kehilangan air dari tanaman dan sebaliknya.
3.Kecepatan angin
            Pergerakan udara akan menyebabkan terjadinya angin, dimana makin tinggi tingkat pergerakan udara atau makin kencangnya angin, akan mengakibatkan makin cepatnya molekul uap air keluar dari jaringan tanaman.
4.Luas permukaan tanaman
            Secara logika dapat dibayangkan bahwa semakin luas bagian permukaan tanaman akan mengakibatkan makin tingginya transpirasi.
5.Keadaan guard cell (stomata)
            Keadaan suplai air yang cukup akan mempengaruhi guard cell dalm proses membuka menutupnyanya stomata. Apabila dalam kondisi setengah terbuka atau lebih pada siang hari maka proses transpirasi akan berlangsung lebih cepat.
6.Kekuatan menahan air dalam jaringan tanaman
            Di dalam jaringan tanaman terdapat koloid yang diantaranya terdapat koloid-koloid yang berkemampuan untuk mengikat dan menahan air, biasanya disebut hydrophillic coloid. Air yang diikat oleh koloid -koloid tersebut disebut bound water yang akan membeku di bawah suhu 0oC dan menguap diatas 100oC. Tanaman yang memiliki jumlah koloid hydropllic yang tinggi biasanya tahan terhadap kekeringan.

    Fenomena Transpirasi pada Tanaman

           
Proses naiknya air dalam tumbuh-tumbuhan mulai dari bagian akar (akar rambut) yang terdiri dari sel2 tunggal. Dengan proses osmosis, air tanah merembes ke sel-sel ini. Meningkatnya tekanan turgor sel tanaman menghasilkan tekanan akar yang mampu mengangkut air ke batang. Namun pergerakan bergram-gram air ke batang dan pokok batang mengdorong pengeluaran cairan pada tepi daun. Gerakan ini diakibatkan transpirasi, yaitu penguapan air lewat berjuta-juta pori di permukaan daun. Bila dalam keadaan kemarau, maka supllai air yang kurang ditunjang transpirasi tinggi menyebabkan kelayuan pada tanaman karena air yang ada selalu menguap
Pengaruh Kelebihan Air bagi Tanaman
Pengaruh langsung dari kelebihan supplai air terhadap pertumbuhan tanaman adalah :
1. Membesarnya ukuran sel, ukuran internode menjadi tidak normal, tanaman tidak kokoh, dan tidak terjadi pertumbuhan yang vigorous sehingga mudah diserang penyakit.
2. Bila air yang tergenang selama beberapa hari dapat menyebabkan akar tidak dapat melaksanakan respirasi normal aerob namun terjadi respirasi anaerob. Keadaan seperti ini akan menyebabkan tingginya kadar alkohol dalam tubuh tanaman yang selanjutnya akan meracuni tanaman. (Tjionger’s, 2009)





BAB III

METODELOGI PENELITIAN


Judul                             : Pengaruh frekuensi air terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman kacang panjang.
Rumusan masalah        : apakah frekuensi air berpengaruh =terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman kacang panjang.
Hipotesis                        :
1.   Ho             Frekuensi air tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah
                        daun tanaman kacang panjang.    
2.   H1              Frekuensi air berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun
                        tanaman kacang panjang.            
Variable + identifikasi :                   
a.       Variabel bebas           : frekuensi air.
b.      Variabel terikat          : Jumlah daun kacang panjang.
c.       Variabel kontrol         : tanah, suhu, kelembapan, jumlah biji dan intensitas
                                      cahaya.

 Rancangan perlakuan         :
             
A.    Alat dan Bahan:
1.   4 buah pot
2.   20 biji kacang panjang
3.   Pupuk
4.   Air
5.   Sendok









Trapezoid: Pot A
Trapezoid: Pot B
Trapezoid: Pot C
Trapezoid: Pot D
 

1.       


·      Pot A dengan frekuensi air yang diberikan 0 Sdm 2x sehari
·      Pot B dengan frekuendi air yang diberikan 3 Sdm 2x sehari
·      Pot C dengan frekuensi air yang diberikan 5 Sdm 2x sehari
·      Pot D dengan frekuensi air yang diberikan 7 Sdm 2x sehari

Cara Kerja
1.   Sediakan biji tanaman kacang panjang yang sudah dipilih kualitasnya melalui perendaman selama beberapa jam (biji yang tenggelam menandakan biji tersebut berkualitas.
2.   Persiapkan juga alat dan bahan.
3.   Masukkan tanah ke dalam pot dengan ketinggian pasir sama
4.   Biji yang sudah dipilih taburkan diatas tanah masing-masing pot 5 buah
5.   Beri tanah diatasnya hingga merata dan siram sebagai permulaan
6.   Setelah beberapa hari muncul kutiledonnya dan kemudian terlepas, hal ini menunjukkan biji tersebut sudah mulai mempunyai daun.
7.   Lakukan pengamatan terhadap objek percobaan selama 2 hari sekali dan melakukan penyiraman sesuai dengan perlakuan.
8.   Setiap dua hari amati perubahan jumlah daun pada tanaman kacang panjang.
9.   Catat hasil pengamatan dalam tabel.

Teknik analisis data
Langkah kerja :
1.       Siapkan pot sebagai tempatnya.
2.       Pilih biji kacang panjang yang besar dan berkualitas baik.
3.       Masukkan pasir kedalam pot dengan ukuran masing-masing 1 gelas.
4.       Lalu masukkan biji kacang panjang tersebut kedalam pot, kemudian tambahkan pasir dengan ukuran masing-masing setengah gelas.
5.       Lalu siram dengan air secukupnya.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN



4.1 TABEL

Tabel Analisis Data
Tanaman

Perlakuan Ke-
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
Pot A
-

1
2
2
2
2
1
2
5
7
9
6
6
4
3
3
4
3
3,44
Pot B
2
6
8
6
10
12
14
18
22
29
32
29
27
18
15
15
17
20
16,67
Pot C
1
6
10
6
13
16
19
16
21
26
30
33
29
25
22
24
28
32
19,83
Pot D
3
8
10
9
13
12
17
22
28
32
29
25
18
13
9
11
10
10
15,5



Analisa :

            Pada perlakuan tanaman A rata-rata pertumbuhanya 3,44 % , tanaman B pertumbuhanya 16,67% tanaman C rata-rata pertumbuhanya 19,83% dan tanaman D rata-rata pertumbuhanya 15,5%.
            Dalam analisa ini ternyata pertunbuhan tanaman yang paling baik adalah pada tanaman C dengan presentasi rata-rata pertumbuhan 19,83%.


Pembahasan :

            Pada pot A yang berperan sebagai variabel kontrol ternyata mengalami pertumbuhan yang kurang sempurna. Hal ini di karenakan tanaman pada pot A sama sekali tidak pernah disiram air. Padahal pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi frekuensi air. Sedangkan pada pot B pertumbuhan jumlah daun lebih baik jika dibandingkan dengan pot A, karena pada pot B masih mempunyai kandungan air akibat dari penyiraman 2 sendok air setiap harinya. Pada pot C mengalami pertumbuhan yang sangat baik jika di bandingkan dengan tanaman pot A dan B dengan prosentase jumlah daun yang tumbuh 19,83 % (jumlah daun terbanyak). Sedangkan pada pot D pertumbuhannya kurang maksimal, meskipun frekuensi air yang diberikan sangat banyak dari tanaman pot yang lain yakni setiap harinya 5 sendok makan. Hal ini  sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa tanaman yang disiram dengan frekuensi air yang banyak ataupun sedikit tanaman akan mengalami pertumbuhan yang tidak sempurna. Untuk itu dalam penelitian yang telah kami lakukan ternyata  frekuensi penyiraman tanaman kacang panjang yang paling baik yakni 3 sendok makan tiap harinya. 
                                                                                                                   
Kesimpulan :

            Dari 4 pot tanaman yaitu pot A,B,C,D, dapat disimpulkan bahwa tanaman yang paling baik presentase pertumbuhan jumlah daun yaitu pot C. Hal ini membuktikan bahwa penyiraman yang baik untuk tanaman kacang panjan yaitu 3 sendok perhari ,jadi frekuwensi air berpengaruh pada pertumbuhan jumlah daun.







































BAB V
PENUTUP


5.1 Simpulan
      Dari penelitian yang kami lakukan dapat di simpulkan bahwa frekuensi air mempengaruhi jumlah daun yang tumbuh pada tanaman kacang panjang. Jadi dalam penanaman kacang panjang harus memperhatikan frekuensi air yang diberikan, sehingga hasil yang di dapatkan akan  mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal.



5.2 Saran
            Dalam pembuatan makalah ini, penulis menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak, demi kesempurnan makalah ini.

           


     

























Daftar Pustaka

v  Karmana, Oman. 2008. Cerdas Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo
v  Sumarwan. 1999. IPA Biologi. Jakarta : Erlangga
v  Syamsuri, Istamar.2004. Biologi SMA. Jakarta : Erlangga          
v  http: /www.google.com { online }


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar